Jumat, 15 Januari 2010

EKLMASI N PRE-EKLAMSI

1.PENGERTIAN
Pre-Eklamsi adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda hipertensi,edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan.penyakit ini umumnya terjadi pada triwulan ketiga kehamilan,tetapi dapat terjadi sebelumya,misalnya pada mola hidatidosa(Winjaksastro,H,19999 ).Dan kelanjutan dari pre-Eklamsi yang disertai kejang dan atau koma yang timbul karena bukan kelainan neurologist disebut Eklampsi.
2.TANDA DAN GEJALA
a.Pre-Eklamsi ringan
Gejala klinik pada Pre-Eklamsi ringan antara lain:
• Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg atau tekanan sistolik meningkat >30 mmHg atau tekanan diastolic > 15mmHg yang diukur setelah pasien istirahat selama 30 menit.
• Terdapat pengeluran protein sebanyak 0,3 g/l dalam urine 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukan +1 atau +2, atau kadar protei >1 g/l dalam urine yang dikeluarkan dengan kateter atau urine porsi tengah,diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam.
• Edema pada kaki,tangan,muka atau yang lainnya.
• Kenaikan berrat badan lebih dari 1 kg perminggu
b.Pre-Eklamsi berat
Gejala klinik pada pre-eklamsi berat antara lain
• Tekanan darah lebih dari 160/120 mmHg.
• Pengeluaran protein dalam urine lebih dari 5 gr/24 jam.
• Terjadi penurunan produksi urine kurang dari 400 cc/24 jam
• Terdapat edema paru dan sianosis,terasa sesak nafas.
• Terdapat gejala subyektif yaitu sakit kpala,gangguan penglihatan,nyeri didaerah epigastrium.
• Ikterus
• Trombositopenia.

3.PATOFISIOLOGI
Pada pre-eklamsi terjadi perubahan pada ginjal yaitu spasmus arteriola sehingga aliran darah kedalam ginjal menurun,dan pada akhirnya menyebabkan filtrasi glomerulus denga tingkat penyerapan tubulus tidak berubah.
Penurunan filtrasi glomerulus tersebut menyebabakan filtrasi terhadap natrium menurun,sehingga retensi garam(Na) dan retensi air sehingga menimbulkan edema.dalam keadaan yang sama,penurunan filtrsi glomerulus tersebut berdampak pada penurunan filtrasi protein sengga terjadi proteinuria.
Dalam keadaan per-eklamsi/eklampsi juga dijumpai penurunan kadar hormone aldosteron dimana hormone tersebut berfungsi untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium.
Dalam keadaan Pre-eklampsi/Eklampsi juga dijumpai penurunan kadar hormone aldosteron.hormon Aldosteron berfungsi untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium.
Pada eklampsi/pre-eklampsi juga dijumpai hemokonsentrsi yang tidak diketahui dengan jelas penyebabanya.Dimana disinilah terjadi pergeseran cairan dari ruang intravaskuler ke rueng intertisial.kejadian ini akan diikuti oleh kenaikan hemotokrit,peningkatan protein serum,dan sering bertambahnya edema menyebabkan volume darah berkurang,viskositas dRh meningkat yang akan mengakibatkan keadaan hipertensi.

4.PEMERIKSAAN LABORATURIUM
• Darah serum
o Hb
o Leokosit
o LED
o Bas/Eos/ST/Seg/M
o Trombosit
o SGOT
o SGPT
o Nitrogen ureum darah(BUN)
o Kreatinin
o Asam urat
• Urine lengkap
o Albumin
o Eritrosit
o Loekosit
o Epitel sel
o Cylinder (granulator + )

5.PENATALAKSANAAN MEDIS
Penatalasanaan pre-eklampsi bertujuan untuk menghindari kelanjutan –kelanjutan menjadi eklampsi dan memberi pertolongan dengan cara membantu kelahiran janin,dengan menekan trauma seminimal mungkin,baik pada ibu maupun pada janin.
a) Penanganan pada pre-eklampsi ringan
Pada pre-eklampsi ringan ,penanganan simtomatis dan berobat jalan dengan memberikan:
• Sedative ringan:phenollbarbital 3x 30 mg,valium 3x10 mg
• Obat penunjang;vitamin B kompleks,vitamin C atau vitamin E,zat Besi.
• Nasehat :
Memberikan nasehat antara lain:kurangi garam dalam makanan,lebih banyak beristirahat dengan cara berbaring kearah punggung janin,esgera dating memeriksakan diri bila terdapat gejala sakit kepala ,mata kabur,edema mendadak atau berat badan naik.pernafasan semakin sesak,nyeri pada epigestrium,kesadaran semakin berkurang,gerak janin melemah berkurang,dan pengeluaran urine berkurang.
• Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan dipersingkat.petunjuk untuk segera memasukan penderita kerumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:bila tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih,protei dalam urine +1 atau lebih,kenaikan berat badan 1,5 atau lebih perminggu,edema bertambah dengan mendadak,terdapat keluhan dan gejala subyektif.
b) Penanganan pada pre-eklampsi berat.
Pada pre-eklampsi berat[enderite diusakan agar dilakukan tindakan sebagai berikut:
• Mengisolasi penderite sehingga tidak mendapat rangsang suara atau sinar yang berlebihan.
• Dipasang infuse glukosa 5%
• Dilakukan pemeriksaan:pemeriksaan umum:Pemeriksaan tekanan darah,nadi,suhu dan pernapasan.pemeriksaan khusus;pemeriksaan dalam(evaluasi pembukaan dan keadaan janin dalam rahim),pemasangan deur kateter,evaluasi keseimbangan cairan.
• Pengobatan berupa :sedative Phenobarbital 3x30 gr ,valium 3x20 gr. Untuk menghindari kejang ,diberikann magnesium sulfat dengan inisial dosis 8 gr IM dan dosis ikutan 4 gr/6 jam.dilakukan obsevasi antara lain;pparnapasa tidak kurang dari 16x/menit,reflek patella positif,urine tidak kurang dari 600 cc/24 jam.pemnerian valium dengan dosis ikutan 20 mg/drip,20 tetes/menit dan dosis maksimal 120 mg/24 jam.kombinasi pengobatan yang diberikan yaitu perithidine 50 mg IM,kloropromazin 50 mg IM,diazepam 20 mg IM.Bila terjadi oliguria diberikan glukosa 40% intravena untuk menarik cairan dari jaringan,sehingga dapat merangsang deuresis
• Setelah keadaan pre-eklampsi berat dapat diatasi,pertimbangkan mengakhiri kehamilan berdasarkan:kehamilan cukup bulan,mempertahankan kehamilan sampai cukup bulan.jika terjadi keagalan pengobatan per-eklampsi berat,kehamilan diakhiri tampa memandang umur,dan merujuk penderita untuk terminasi persalinan.

6.KOMPLIKASI
Komplikasi terberat adalah kematian ibu dan janin.usaha utama adalah melahirkan bayi hidup dari ibu yang menderita pre-eklampsi dan eklampsi.berikut ini dalah komplikasi yang biasanya terjadi pada pre-eklampsi berat dan eklampsi.
• Solusio plasenta.komplikasi ini biasanya terjai pada ibu hamil yang menderita hipertensi akut dan lebih sering terjadi pada masa pre-eklampsia.
• Hipofibrinogen.pada pre-eklampsi berat ,zuzpan(1978)menemukan 23% hipofibrinogemia,sehingga perlu untuk melakukan pemeriksaan kadar fibrinogen secara berkala.
• Hemolisis.pada penderita pre-eklampsi berat terkadang ditemukan gejala klinik hemolisis yang dikenal karena ikterus.
• Pendarahan otak.komplikasi ini merupakan penyebab utama kematian maternal penderita eklampsia.
• Kelainan mata.kehilangan pandangan untuk sementara dan dapat berlangsung sampai seminggu pendarahan,kadang-kadang dapat terjadi pada retina.
• Edema paru-paru
• Nekrosis hati.
• Sindroma HELLP
• Kelainan ginjal
• Komplikasi lain:lidah tergigit,trauma,fraktur karena jatuh akibat kejang-kajang pneumonia akibat aspirasi,dan DIC(disseminated intravaskuler coagulation).

0 komentar:

Poskan Komentar