Selasa, 20 April 2010

CA LARING


KONSEP TEORI
A. Pengertian
Secara anatomi tumor laring dibagi atas tiga bagian yaitu supra glotik, tumor pada plika ventrikularis, aritenoid, epiglotis dan sinus piriformis (Glotis : tumor pada korda vokalis , Subglotis : tumor dibawah korda vokalis).

B. Etiologi
Kanker laring mewakkili 1% dari semua kanker dan terjadi lebih sering pada pria, faktor-faktor penyebabnya adalah:
1. Tembakau
2. Alkohol dan efek kombinasinya
3. Ketegangan vocal
4. Laringitis kronis
5. Pemajanan industrial terhadap karsinogen
6. Defisiensi nutrisi (riboflavin) dan
7. Predisposisi keluarga

C. Patofisiologi
Karsinoma laring banyak dijumpai pada usia lanjut diatas 40 tahun. Kebanyakan pada orang laki-laki.Hal ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan merokok, bekerja dengan debu serbuk kayu, kimia toksik atau serbuk, logam berat. Bagaimana terjadinya belum diketahui secara pasti oleh para ahli.Kanker kepala dan leher menyebabkan 5,5% dari semua penyakit keganasan.Terutama neoplasma laringeal 95% adalah karsinoma sel skuamosa.Bila kanker terbatas pada pita suara (intrinsik) menyebar dengan lambat.Pita suara miskin akan pembuluh limfe sehingga tidak terjadi metastase kearah kelenjar limfe.Bila kanker melibatkan epiglotis (ekstrinsik) metastase lebih umum terjadi.Tumor supraglotis dan subglotis harus cukup besar, sebelum mengenai pita suara sehingga mengakibatkan suara serak.Tumor pita suara yang sejati terjadi lebih dini biasanya pada waktu pita suara masih dapat digerakan.

D. Manifestasi Klinis
1. Sesak terjadi pada awal dan di area glotis
2. Nyeri dan rasa terbakar pada tenggorok ketika minum cairan panas dan jus jeruk
3. Mungkin teraba benjolan di leher
4. Gejala-gejala akhir termasuk disfagia, dispnea, sesak dan nafas bau
5. Pembesaran nodus servikal, penurunan BB, debilitas umum dan nyeri yang menjalar ke telinga dapat menandakan adanya metastasis (transfer penyakit dari satu organ ke organ lain).

E. Stadium
Tergantung keadaan tumor (T), pembesaran kelenjar regional ( N ), dan metastasis jauh ( M ).
Stadium : 

I : T1 No Mo
II : T2 No Mo
III : T3 No Mo, T2 N1 Mo, T3 N1 Mo
IV : T4 No Mo, semua T N2 M1, semua T semua N dan M.

F. Tes Diagnostik
Pada karsinoma laring, dilakukan pemeriksaaan larigoskopik langsung di bawah anestesi umum.Pemeriksaan laring dengan kaca laring atau laringoskopi langsung dapat menunjukan tumor dengan jelas. Tempat yang sering timbul tumor dapat dilihat pada gambar. Sinar-X dada, scan tulang, untuk mengidentifikasi kemungkinan metaphase. darah lengkap, dapat menyatakan anemi yang merupakan masalah umum. Laringografi dapat dilakukan dengan kontras untuk pemeriksaan pembuluh darah dan pembuluh limfe, kemudian laring diperiksa dengan anestesi umum dan dilakukan biopsy pada tumor.Gigi yang berlubang sebaiknya dicabut pada saat yang sama.

G. Penatalaksanaan
Pengobatan bervariasi tergantung pada kemajuan malignasi, pilihannya termasuk terapi radiasi dan pembedahan.
1. Pemeriksaan gigi lengkap untuk menyingkirkan penyakit gigi
2. Masalah-masalah gigi harus dibereskan sebelum pembedahan
3. Terapi radiasi mencapai hasil yang sangat baik jika hanya satu sisi pita suara yang terkena
4. Laringektomi parsial dianjurkan pada tahap dini, terutama pada kanker laring intrinsik
5. Laringektomi supraglofik (horizontal) digunakan untuk beberapa tumor ekstrinsik, keuntungan utama operasi ini adalah pemulihan suara
6. Laringektomi henivertikal dilakukan jika tumor sudah menjalar melebihi pita suara, tetapi kurang dari 1 cm dalam area subglotis
7. Laringektomi total untuk kanker ekstrinsik (menjalar melebihi pita suara). Pasien akan mengalami kehilangan pita suara, tetapi akan mempunyai kemampuan menelan normal.

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A Pengkajian
1. Integritas Ego
Gejala : Perasaan takut akan kehilangan suara, mati, terjadi atau berulangnya kanker, kuatir bila pembedahan mempengaruhi hubungan keluarga, kemampuan kerja dan keuangan.
Tanda : Ansietas, depresi, marah dan menolak operasi.

2. Makanan atau cairan
Gejala : Kesulitan menelan
Tanda : Kesulitan menelan, mudah tersedak, sakit menelan, sakit tenggorok yang menetap, bengkak, luka, inflamasi atau drainase oral, kebersihan gigi buruk, pembengkakan lidah dan gangguan gag reflek.

3. Higiene
Tanda : Kemunduran kebersihan gigi, kebutuhan bantuan perawatan dasar

4. Neurosensori
Gejala : Diplopia (penglihatan ganda), ketulian
Tanda : Hemiparesis wajah (keterlibatan parotid dan submandibular), parau menetap atau kehilangan suara (gejala dominan dan dini kanker laring intrinsik), kesulitan menelan, kerusakan membran mukosa.

5. Nyeri atau Kenyamanan
Gejala : Sakit tenggorok kronis, benjolan pada tenggorok, penyebaran nyeri ke telinga, nyeri wajah (tahap akhir, kemungkinan metastase), nyeri atau rasa terbakar dengan pembengkakan (khususnya dengan cairan panas), nyeri local pada orofaring.
Pascaoperasi : Sakit tenggorok atau mulut
Tanda : Perilaku berhati-hati, gelisah, nyeri wajah dan gangguan tonus otot.

6. Pernafasan
Gejala : Riwayat merokok atau mengunyah tembakau, bekerja dengan debu, serbuk kayu, kimia toksik atau serbuk, dan logam berat. Riwayat penyakit paru.Batuk dengan atau tanpa sputum. Drainase darah pada nasal
Tanda : Sputum dengan darah, hemoptisis, dispnoe (lanjut) dan stridor

7. Keamanan
Gejala : Terpajan sinar matahri berlebihan selama periode bertahun-tahun atau radiasi, perubahan penglihatan atau pendengaran.
Tanda : Massa atau pembesaran nodul.

8. Interaksi sosial
Gejala : Masalah tentang kemampuan berkomunikasi, dan bergabung dalam interaksi sosial.
Tanda : Parau menetap, perubahan tinggi suara, bicara kacau, enggan untuk berbicara, dan menolak orang lain untuk memberikan perawatan atau terlibat dalam rehabilitasi.

B. Diagnosa Keperawatan

a. Diagnosis dan intervensi preoperasi
Defisit pengetahuan tentang prosedur pembedahan dan perjalanan pascaoperatif
Intervensi :
- Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses yang spesifik
- Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi
- Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
- Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
- Hindari harapan yang kosong
- Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkn diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan dating.

Ansietas yang berhubungan dengan diagnosis kanker dan pembedahan yang akan dijalani
Intervensi
- Gunakan pendekatan yang menenangkan
- Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
- Dorong keluarga untuk menemani pasien
- Bantu pasien untuk mengenal situasi yang menimbulkan cemas
- Dengarkan pasien dengan penuh perhatian
- Instruksikan pasien untuk menggunakan tekhnik relaksasi
- Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi

Inefektif bersihan jalan napas yang berhubungan dengan perubahan dalam jalan napas.
Intervensi:
- Buka jalan nafas, gunakan tekhnik chin lift
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
- Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
- Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
- Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan
- Monitor respirasi dan status O2

Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh, yang berhubungan dengan kesulitan menelan
Intervensi:
- Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
- Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasi dengan ahli gizi)
- Berikan makanan yang lunak
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam merencanakan rehabilitasi klien
- Bantu klien dengan posisi tegak sebelum makan
- Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
- Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
- Ajarkan klien dan keluarga cara memberikan makanan
b. Diagnosis dan intervensi pascaoperatif
Kerusakan komunikasi verbal yang berhubungan dengan pengangkatan laring dan terhadap edema
Intervensi :
- Bantu komunikasi pasien dengan bahasa isyarat atau tulisan
- Menggunakan kata dan kalimat yang singkat
- Anjurkan pasien untuk mengulangi pembicaraannya jika belum jelas
- Berdiri di hadapan pasien saat bicara
- Mendengarkan pasien dengan baik
- Berbicara kepada pasien dengan lambat dan dengan suara yang jelas.

Gangguan citra tubuh, konsep diri, dan harga diri yang berhubungan dengan operasi leher mayor
Intervensi :
- Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.
- Dorong individu untuk bertanya mengenai masalah
- Beri informasi yang dapat dipercaya dan perkuat informasi yang telah diberikan
- Dorong kontak dengan teman sebaya dan keluarga
- Beri kesempatan berbagi rasa dengan individu yang mengalami pengalaman sama
- Pertahankan hubungan saling percaya perawat klien
- Diskusikan tentang harapan klien
- Libatkan klien dalam aktivitas

Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan perawatan pascaoperatif
Intervensi :
- Monitor kemampuan klien untuk perawatan diri yang mandiri.
- Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantu kebersihan diri, berpakaian, berhias, toileting, dan makan.
- Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh untuk melakukan self care.
- Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang normal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Pertimbangan usia klien jika mendorong pelaksanaam aktivitas sehari-hari.

Potensial ketidakpatuhan terhadap program rehabilitatif dan penatalaksanaan pemeliharaan di rumah.
Intervensi :
- Tentukan dengan individu dan keluarga informasi yang dibutuhkan untuk dipikirkan dan dipelajari
- Tentukan jenis peralatan yang dibutuhkan, pertimbangan ketersediaan, biaya, dan daya tahannya
- Tentukan jenis-jenis bantuan yang diperlukan dan bantu individu untuk mendapatkannya
- Bicarakan dampak perawatan untuk anggota keluarga yang sakit

3. Evaluasi
Hasil yang diharapkan :
1. Mendapatkan tingkat pengetahuan yang memadai
- Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi dan program pengobatan.
- Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
- Pasien dan keluarg Mmpu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan tim kesehatan / perawat.
2. Menurunkan ansietas
- Klien mampu mengidentifikasikan dan mengungkapkan gejala cemas
- Mengidentifikasikan dan menunjukkan tekhnik untuk mengontrol cemas
- Ekspresi wajah, bahasa tubuh, menunjukkan berkurangnya ansietas
3. Mempertahankan jalan nafas yang bersih
- Suara nafas yang bersih, tidak ada dyspneu
- Menunjukkan jalan nafas yang paten
- Mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas
4. Mendapatkan tekhnik komunikasi yang efektif
- Pengetahuan terhadap pesan yang diterima
- Mampu menggunakan bahasa isyarat
- Pasien dapat bertukar pesan dengan orang lain.
5. Mempertahankan masukan nutrisi yang seimbang dan adekuat
- Berat badan klien ideal
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
- Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
6. Menunjukan perbaikan citra diri, harga diri, dan konsep diri
- Mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran
- Klien memiliki rasa percaya diri
- Menerima informasi dari orang lain
7. Klien mampu melakukan perawatan diri
- Makan
- Berpakaian, berhias
- Toileting, hygiene
8. Patuh terhadap program rehabilitasi dan perawatan di rumah
- Klien dan keluarga mengetahui informasi dan bantuan yang dibutuhkan pasien
- Klien dan keluarga mengetahui peralatan kesehatan yang dibutuhkan pasien

DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, Suzanne C.2001. Buku ajar keperawatan Medikal bedah Brunner dan Suddarth editor Suzzanne C. Smeltzer, Brenda G. Bare : alih bahasa, agung waluyo...(et al) editor edisi bahasa indonesia, monika ester. Ed. 8 Jakarta:EGC.

Carpenito,Lynda Juall.2006.Buku saku diagnosis keperawatan.Edisi 10, Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran

Nanda.2007. Diagnosa Nanda.Jakarta:EGC

2 komentar:

Anonim mengatakan...

apakah penyembuhan kanker pada stadium 4 dengan radioterapi akan menjamin kesembuhan..??

Anonim mengatakan...

lain kali kalo bikin artikel pakek daftar pustaka dong...biar lebih meyakinkan.
kalo begini kan kayak tulisan gundulan!
hehehehehe.....
peace!

Poskan Komentar