Selasa, 20 April 2010

COLECISTITIS

A. KONSEP TEORI
1. Pengertian
Kolecistitin adalah peradangan kandung empedu baik secara akut ataupun kronis (Barbara C. Long, 1996 : 154)

2. Etiologi
Colecistitin dapat terjadi d/k :
1. Sumbatan ductus hillary d/k Batu
2. Infeksi bakteri gram negatif :
 Klebsiella 54%
 Escherichia 39%
 Enterokokus dan
 Bacteroides 25% (Intisari Ilmu Bedah, 1995 : 463)
Colecistitis dan coteliliaty dapat terjadi persamaan atau sendiri-sendiri. Keduanya bisa sebagai penyebab (saling menyebabkan). Akan tetapi kemungkinan infeksi disebabkan oleh obstruksi lebih besar (sering) dibandingkan infeksi menyebabkan obstruksi.

3. Patofisiologi
Statis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan super saturasi progrsif, perubahan susunan kimia, pengendapan. Gangguan kontraksi spinkter odci dan kandung empedu dapat juga menyebabkan statis. Faktor hormone (kehamilan) menyebabkan perlambatan pengosongan kandung empedu. Akibat statis, terjadilah sumbatan empedu (saluran). Adanya batu akibat statis yang progresif tadi memungkinkan terjadi trauma dinding kandung empedu dan ini dapat memungkinkan infasi bakteri lebih cepat.

4. Gambaran Klinis
Pada bentuk akut biasanya ditandai dengan :
1. Nyeri mendadak (hebat/kalk) pada perut kanan atas (midenigastrium) menyebar ke punggung dan bahu kanan.
2. Nausea, vomiting.
3. Keringat banyak.
Pada bentuk kronis gejalanya mirip dengan kolesistitis akut, akan tetapi berat rasa sakit dan tanda-tanda fisik yang kurang nyata. Sering kali ditemukan riwayat dispepsia intoleransi lemak. Heart burn atau flatulent yang berlangsung lama.

5. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan Non Bedah
1) Indoskopi
2) Pemberian agen pelarut kolesterol
3) Obat-obatan antibiotik, analgetik, antasida
4) Diit rendah lemak
5) Penatalaksanaan keseimbangan cairan
6) Penatalaksanaan muntah k/p NGT
2. Penatalaksanaan Bedah
1) Extra corpeal shock wave litotripsi lesw
2) Kolesitosistoli totomi perkutan
3) Kolistatomi

B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian (Doengoes, 2000 : 521)
3. Istirahat
 Adanya kelemahan
 Gelisah
4. Sirkulasi, ditemukan tanda :
 Takikardia, berkeringat
5. Eliminasi, ditemukan
 Perubahan warna urine 2 feces
 Distensi abdomen
 Teraba masa pada kwadran kanan atas
 Urine gelap / coklat
 Feces seperti tanah liat, skatore
6. Makanan / cairan, ditemukan
 Anoreksia, mual muntah
 Tidak toleran terhadap lemak
 Regurgitasi berulang tidak dapat makan d/k nyeri, featus sering, ispepsia
 Kegemukan, penurunan BB
7. Nyeri, kenyamanan
 Nyeri abdomen atas (kanan) menyebar ke punggung / bahu kanan
 Kolik agistrium sehubungan dengan makan.
 Nyeri tiba-tiba biasanya memuncak setelah 30 menit
 Nyeri lepas, otot tegang / kaku bila K. kanan atas ditekan : Murphy Might (+)
8. Pernafasan
 Peningkatan frekwensi
 Nafas pendek dangkal
9. Keamanan
 Menggigil, demam
 Icterus, dengan kulit
 Kecenderungan perdar
10. Pemeriksaan biasa
 Darah lengkap
 Bilirubin & a
 SGOT/SGPT :
 Protora.bin : turun
 Ultrasond : menunjuk
 Foto abdomen : adanya batu.

Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan proses lucen (spasme biliaris)
2. Kekurangan volume cairan (resiko tinggi terhadap) berhubungan dengan muntah
3. Resiko tinggi perubahan nutrisi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan gangguan pencernaan lemak, gx natrium
4. Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognose, pengobatan berhubungan dengan salah interprestasi.
Perencanaan
Dx 1 nyeri berhubungan dengan proses inflamasi
Tujuan
Nyeri terkontrol, teradaptasi
Kriteria hasil
 Penurunan respon terhadap nyeri (expresi)
 Laporan nyeri terkontrol
Rencana intervensi :
 Observasi catat lokasi, tingkat dan karakter nyeri
Rasional : membantu mengidentifikasi nyeri dan memberi informasi tentang terjadinya perkembangannya.
 Catat respon terhadap obat nyeri
 Tingkatkan tirah baring (fowler) / posisi yang nyaman
Rasional : posisi fowler menurunkan tekanan-tekanan intra abdominal.
 Ajarkan tehnik relaksasi (nafas dalam)
Rasional : meningkatkan istirahat dan koping
 Ciptakan lingkungan yang nyaman (turunkan suhu ruangan)
Rasional : mendukung mental psikologik dalam persepsi terhadap nyeri.
 Berikan diit rendah lemak
Rasional : mencegah awal dan spasme
 Kompres hangat
Rasional : dilatasi dinding empedu spasme menurun.
 Kolaborasi :
• Antibiotik
• Analgetik
• Sedatif
• Relaksasi otot halus

Dx 2 resiko tinggi kekurangan cairan volume cairan berhubungan dengan muntah
Tujuan :
Menunjukkan keseimbangan cairan yang adekuat
Kriteria hasil :
- Turgor kulit baik
- Membran mukosa lembab
- Pengisian kapiler baik
- Urine cukup
- Tanda-tanda untuk stabil
Rencana intervensi
1. Pertahankan intake dan output cairan
Rasional : mempertahankan volume sirkulasi
2. Awas tanda peningkatan rangsangan muntah
Rasional : mencegah muntah
3. Anjurkan cukup minum (1 botol aqua 1500 ml/nr)
4. Kolaborasi :
• Pemberian antiametik
• Pemberian cairan iv
• Pemasangan NGT

Dx 3 resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan gx pencernaan lemak, mual muntah.
Tujuan :
Menunjukkan kestabilan BB
Kriteria hasil :
- BB stabil
- Laporan tidak mual / muntah
Rencana intervensi
1. Kaji perkiraan kebutuhan kalori tubuh
Rasional : menerapkan jumlah intake kalori yang di tiap hari
2. Timbang BB sesuai indikasi
Rasional : mengawali keseimbangan diit / keefektifan
3. Diskusikan menu yang disukai dan ditoleransi
Rasional : meningkatkan toleransi intake makanan
4. Anjurkan giosok gigi sebelum makan / sesudah
Rasional : menjaga kebersihan mulut (tidak bau dan meningkatkan nafsu makan.
5. Konsul ahli gizi untuk menetepkan diit yang tepat
6. Anjurkan mengurangi makanan berlemak dan menghasilkan gas
Rasional : menurunkan rangsangan KK

7. Kolaborasi
• Nutrisi total
• Garam empedu

Dx 4. kurang pengetahuan berhubungan dengan salam interprelasi
Tujuan :
Menyatakan pemahaman klien
Kriteria hasil :
Melakukan perubahan pola hidup dan berpertisipasi dalam pengobatan.
Rencana tindakan :
1. Kaji informasi yang pernah didapat
Rasional : mengkaji tingkat pemahaman klien
2. Beri penjelasan tentang penyakit, prognase dan tindakan diagnostik
Rasional : memungkinkan terjadinya partisipasi aktif.
3. Beritahukan setiap tindakan yang akan dilakukan / (tujuan prosedur)
4. Beritahukan diit yang tepat, tehnik relaksasi, untuk persiapan operasi.
5. Anjurkan tehnik istirahat yang harus dilaporkan tentang sakitnya.

0 komentar:

Poskan Komentar