Selasa, 20 April 2010

THYPUS ABDOMINALIS

A. PENGERTIAN
Typoid adalah suatu penyakit intensif pada usus halus dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

B. ETIOLOGI
Salmonella typhi basil gram negative dan tidak berspora.

C. MANIFESTASI KLINIS
Gejala-gejala yang timbul bervariasi. Dalam minggu pertama, keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut pada umumnya yaitu demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstivasi atau diare, perasaan tidak enak di perut, batuk dan epistaksis.

D. PATOFISIOLOGI
-

E. ETIOLOGI
1. Dehidrasi
2. Peritonitis
3. Perforasi usus
4. Broncopneumoni

F. PENATALAKSANAAN
1. Isolasi penderita serta desinfeksi
2. Istrahat selama dua minggu (selama demam)
3. Terapkan diit TKTP
4. Pemberian obat oral cloram penikol

3. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan leukosit
2. SGOT
3. Biakan darah
4. Pemeriksaan widal

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
I. PENGKAJIAN
1) Indentita pasien
Meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pekerjaan, suku/bangsa, agama, status perkawinan, tanggal masuk rumah sakit, nomor register, dan diagnosa medis.
2) Keluhan utama
Keluhan utama adalah panas atau demam yang tidak turun-turun, nyeri perut, pusing kepala, mual, muntah, anoreksia, diare serta penurunan kesadaran.
3) Riwayat Penyakit
Peningkatan suhu tubuh karena masuknya kuman salmonella thypi kedalam tubuh
4) Riwayat penyakit dahulu
Apakah sebelumnya pernah mederita sakit yang sama
5) Riwaya pentakit keluarga
Apakah keluarga ada yang menderita sakit yang sama
6) Riwayat psikososial dan spiritual
Biasanya klien cemas, bagaimana coping mekanisme yang digunakan, gangguan dalam beribadah karena pasien tirah baring total dan lemah
7) Pola-Pola Fungsi Kesehatan
a. Pola nutrisi dan metabolis
Klien akan mengalami penurunan nafsu makan karena mual muntah saat makan, sehingga makan hanya sedikit dan bahkan tidak makan sama sekali
b. Pola eliminasi
Klien dapat mengalami konstipasi oleh karena tirah baring lama. Sedangkan eliminasi urine tidak mengalami gangguan, hanya warna urine menjadi kuning kecoklatan. Klien dengan demam thypoid terjadi peningkatan suhu tubuh yang berakibat keringat banyak keluar dan merasa haus sehingga dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh.
c. Pola aktivitas dan latihan
Aktifitas klien akan terganggu karena harus tirah baring total, agar tidak terjadi komplikasi maka segala kebutuhan klien dapat dibantu.
d. Pola tidur dan istrahat
Pola tidur dan istrahat terganggu sehubungan dengan peningkatan suhu tubuh.
e. Pola presepsi dan konsep diri
Bisanya terjadi kecemasan terhadap keadaan penyakitnya dan ketakutan merupakan dampak psikologis klien
f. Pola sensori dan kognitif
Pada penciuman, perabaan, perasaan, pendengaran dan penglihatan umumnya tidak dapat suatu faham pada klien.
8) Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum
Didapatkan klien tampak lemah, suhu tubuh meningkat 38-410C, muka kemerahan
b. Tingkat kesadaran
Dapat terjadi penurunan kesadaran (Apatis)
c. Sistem respirasi
Pernapasan rata-rata ada peningkatan, napas cepat dan dalam dengan gambaran seperti bronchitis
d. Sistem kardiovaskular
Terjadi penurunan tekanan darah brikardi relative, hemoglobin rendah
e. Sistem integument
Kulit kering, turgor kulit menurun, muka tampak pucat, rambut agak kusam.
f. Sistem gastrointestinal
Bibir kering pecah-pecah, mukosa mulut kering, lidah kotor (khas) mual muntah, anoreksia dan konsistensi, nyeri perut terasa tidak enak dan peristaltik usus meningkat.
g. Sistim abdomen
Saat palpasi didapatkan limpa dan hati membesar dengan konsistensi lunak serta nyeri tekan pada abdomen. Pada perkusi didapatkan perut kembung serta pada auskultasi peristaltik usus meningkat.
9) Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan darah
b. Pemeriksaan urine
c. Pemeriksaan tinja
d. Pemeriksaan bakteriologi
e. Pemeriksaan radiologi

10) Diagnosa yang mungkin muncul
a. Diagnosa keperawatan I
Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi
b. Diagnosa keperawatan II
Gangguan keseimbangan cairan (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebihan
c. Diagnosa keperawatan III
Gangguan pemenuhan kebutuhan istrahat tidur behubungan dengan peningkatan suhu tubuh.

11) Rencana keperawatan dan rasionalisasi
Dx I : Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi
1. Bina hubungan terapautik dengan pasien dan keluarga
Rasionalisasi : dengan hubungan yang dapat meningkatkan kerja sama dengan klien, sehingga pengobatan dan perawatan mudah dilaksanakan
2. Beri HE tentang penyakitnya
Rasionalisasi : agar pasien mengerti tentang penyakitnya
3. Anjurkan minum yang banyak (cairan putih dan hangat)
Rasionalisasi : dapat merupakan pengatur suhu tubuh, karena setiap ada kenaikan suhu tubuh melebihi norma, kebutuhan metabolism air juga meningkat
4. Observasi TTV
Rasionalisasi : dengan mengobservasi TTV untuk mengetahui komplikasi yang terjadi sehingga cepat mengambil keputusan
5. Berikan kompres hangat dengan handuk didaerah lipatan
Rasionalisasi : agar terjadi vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi penyuapan melalui jaringan tubuh sehingga terjadi penurunan panas
6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat-oabatan
terutama antibiotik
Rasionalisasi : pemberian obat-obatan terutama antibiotik akan membunuh kuman salmonella thypi sehingga mempercepat pembuluh darah.


Dx II : Gangguan keseimbangan cairan (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebihan
1. Kaji intake dan output
Rasionalisasi : untuk mengetahui sejauh mana adanya ketidak seimbangan antara intake dan output pada pasien.
2. Anjurkan untuk minum banyak
Rasionalisasi : agar cairan yang keluar agar dapat digantikan oleh cairan yang diminum
3. Anjurkan untuk memberikan makanan dan minuman yang hangat
Rasionalisasi : dengan makanan dan minuman yang banyak diharapkan dapat mencegah rangsangan muntah
4. Observasi TTV
Rasionalisasi : dengan mengobservasi TTV untuk mengetahui komplikasi yang terjadi sehingga cepat mengambil keputusan
5. Kolaborasi dengan dokter dalam memberikan infus
Rasionalisasi : pemberian infus dapat mempercepat
pemulihan/pengembalian keseimbangan cairan
tubuh

Dx III : Gangguan pemenuhan kebutuhan istrahat tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh
1. Gerakan suasana ruangan yang tenang
Rasionalisasi : dengan susana yang tenang diharapkan pasien dapat istrahat
2. Atur posisi tidur senyaman mungkin
Rasionalisasi : dengan posisi tubuh yang nyaman akan membuat tubuh menjadi rileks
3. Batasi pengunjung
Rasionalisasi : banyaknya jumlah penjunjung dapat mengganggu waktu istrahat pasien

0 komentar:

Poskan Komentar