Selasa, 20 April 2010

HYPERPARATIROID & HYPOPARATIROID

I. HYPOPARATIROID

• Pengertian
Adalah suatu keadaan dimana sekresi hormon paratiroid yang kurang adekuat.

• Etiologi
- Pembedahan didaerah leher
- Idiopatik
- Fungsional
Terjadi pada klien yang telah lama mengalami hipomagnesia.

• Menifestasi Klinis
- Depresi
- Sulit menelan
- Ansietas
- Kekakuan pada laring
- Tetani

• Penatalaksanaan
- Lakukan penatalaksanaan kedaruratan dengan tracheostomi
- Jika terjadi hipoglikemia berikan kalsium glukonat IV segera
- Awasi terhadap reaksi alergi

• Evaluasi Diagnostik
- Tetani
- Pemeriksaan laboratorium meunjukkan penurunan kadar kalsium.

II. HIPERPARATIROID

• Pengertian
Adalah akibat dari kelebihan produksi hormon paratiroid oleh kelenjar paratiroid ditandai dengan pembentukan batu ginjal.

• Etiologi
Kelainan pada kelenjar paratiroid

• Menifestasi klinis
• Apatis
• Gagal ginjal
• Mual Muntah
• Tumor Tulang
• Nyeri rangka dan nyeri tekan pada tulang
• Peka rangsangan karena efek kalsium pada otak

• Penatalaksanaan
• Pengangkatan dengan cara bedah pada jaringan paratiroid yang abnormal
• Hindari obat-obat yang dapat meningkatkan kadar kalsium
• Mobilitas
• Menciptakan lingkungan yang nyaman

• Evaluasi diagnostik
• Kadar kalsium meningkat
• Peningkatan kadar parathormon

ASKEP HYPOPARATIROID & HYPERPARATIROID
A. Pengkajian
1. Identitas : Hiperparatiroid biasanya terjadi pada umur 40–50 tahun lebih sering menyerang wanita yang penyebabnya belum diketahui secara pasti.

2. Keluhan utama :
• Kelemahan otot
• Sakit kepala
• Hipertensi

3. Riwayat penyakit sekarang :
• Batu ginjal

4. Riwayat penyakit dahulu :
Apakah pasien pernah mengalami gagal ginjal, sehingga fungsi rearsorbsi pada ginjalpun terganggu.

5. Riwayat keluarga :
Adanya keluarga yang mengalami penyakit yang sama, sehingga dikaji bagaimana cara penanggulangan keluarga terhadap penyakit tersebut.

6. Pola fungsi kesehatan :
a. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Disini dikaji mengenai persepsi pada pola kebiasaan-kebiasan untuk pemeliharaan kesehatan serta penggunaan fasilitas kesehatan.
b. Pola metabolisme makanan / cairan
Mual muntah akibat efek kalsium dalam darah.
c. Pola istirahat / tidur
Pasien mengalami gangguan tidur.
d. Pola eliminasi
Perubahan haluaran urine disebabkan oleh keterlibatan ginjal.
e. Pola aktivitas
Pasien tak mampu beraktivitas karena kelemahan otot.

7. Pemeriksaan fisik
a. Sistem kardiovaskuler
- Tekanan darah meningkat
- Perubahan irama jantung
b. Sistim neuromuskular
- Adanya kelemahan otot
- Adanya kesemutan
- Adanya kelumpuhan otot
c. Sistim urinaria
- Adanya ekskresi urin yang tidak normal
d. Sistim endokrin
- Adanya nyeri pada kelenjar paratiroid
- Kandung kemih tertekan

8. Riwayat psikososial
- Pasien sering bertanya
- Pasien sering mengeluh merasa tak nyaman
- Pasien sering merasa cemas

9. Pemeriksaan penunjang
• Pemeriksaan laboratorium : dilakukan untuk menentukan kadar kalsium
• Pemeriksaan radiology : akan nampak penipisan tulang.

B. Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan eliminasi yang berhubungan dengan gangguan pada ginjal
2. Perubahan nutrisi yang berhubungan dengan aneroksia dan mual.

C. Intervensi Keperawatan
• Dx. 1. Perubahan eliminasi urine yang berhubugan dengan gangguan pada ginjal.
Intervensi :
1. Perbanyak asupan klien 2500 ml cairan perhari
2. Berikan sari buah untuk membantu agar urine lebih bersifat asam
• Dx. 2. Perubahan nutrisi yang berhubungan dengan aneroksia dan mual
Intervensi :
1. Berikan dorongan pada klien untuk mengkonsumsi rendah kalsium
2. Jelaskan pada klien bahwa atau agar tidak mengkonsumsi susu atau produk susu.
3. Bantu klien untuk mengembangkan diet
4. Rujuk klien ke ahli gizi

D. Implementasi
• Melindungi klien dari kecelakaan jatuh
• Membantu klien memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kelemahan fisik
• Memperbanyak asupan klien sampai 2500 ml perhari
• Mengatur aktivitas yang tidak melelahkan klien
• Membantu klien untuk mengembangkan diet yang mencakup tinggi kalori tanpa produk yang mengandung susu.
• Merujuk ke ahli gizi
• Mengajarkan klien cara menggunakan alat bantu berjalan bila dibutuhkan.

E. Evaluasi
• Keluaran urine kembali normal
• Asupan makanan klien dapat mencukupi
• Pada BAB kembali normal
• Aktivitas terpenuhi
• Nutrisi terpenuhi

0 komentar:

Poskan Komentar