Selasa, 20 April 2010

KOLIK ABDOMEN

A. DEFINISI
Kolik abdomen merupakah salah satu keadaan darurat non trauma, dimana seorang penderita oleh karena keadaan kesehatannya memerlukan pertolongan secepatnya untuk dapat dibebaskan atau diringankan penderitaannya atau mencegah memburuknya keadaan penderita.

B. ETIOLOGI
- Kolik ureter / kolik ginjal
- Kolik biliaris
- Kolik Intestinal
- Trauman
- Obstruksi traktus urinarius
- Nyeri pinggang
- Infeksi dan urosepsis
- Torsio testis
- Phymosis
- Keracunan
- Fraktur
- Hernia

C. GEJALA DAN KLINIS
- Perut kembung.
- Sakit di daerah abdomen bagian bawah, dan tersa sakit sampai kebagian belakang (anus), karena melakukan aktivitas berat.

D. PENCEGAHAN
- Mengurangi mengkonsumsi makanan yang pedas
- Tidak mengkonsumsi makanan yang asem
- Tidak mengkonsumsi mie instant
- Menghindari mengkonsumsi sayuran tertentu misalnya, kol, sawi
- Menghindari melakukan aktivitas yang berat

E. PEMERIKSAAN
• Tensi, nadi, pernapasan, suhu
• Pemeriksaan abdomen : lokasi nyeri
• Pemeriksaan rektal
• Laboratorium :
- Leukosit
- Hb

F. PENGOBATAN
- Antasid
- Anthistamin


KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
I. PENGKAJIAN
a. Biodata
Nama, umur, alamat, agama, pendidikan
b. Riwayat kesehatan
- Keluhan utama : Masuk PKM muntah-muntah
- Keluhan waktu di data : Terdapat pasien muntah-muntah, sakit kepala, nyeri ulu hati, ma-mia ө, turgor kulit , keadaan umum lemah.
- Riwayat kesehatan yang lalu : Pernah menderita moviting atau tidak
- Riwayat kesehatan keluarga : Apakah anggota keluarga pernah menderita penyakit seperti pasien
c. Pemeriksaan fisik
- Tanda vital : Biasanya stabil
- Inspeksi :
- Kepala : Keadaan rambut, mata, muka, hidung, mulut, telinga dan leher
- Dada : Abdomen: biasanya terjadi pembesaran limfa
Genetalia : Tidak ada perubahan
- Palpasi abdomen : Terasa pembesaran limfa dan infeksi kronik juga akan membesar
- Auskultasi
- Perkusi
d. Bio-Psiko-Sosial-Spiritual
- Biologis
 Pola makan dan minum
Klien mengalami anorexia ditandai dengan porsi makan tidak dihabiskan.
 Kaji frekwensi pola jenis diit dan gangguan pola eliminasi dihabiskan
 Pola eliminasi : BAB tidak ada perubahan, BAK menurun frekwensi smpai dengan menurunnya indeksi
 Pola istrahat tidur : Klien sulit tidur karena adanya sakit kepala
 Aktivitas : Tidak ada perubahan yang lelah dengan interaksi pasien
- Psikologi
Perubahan status emosional
- Sosial
Berhubungan dengan pola interaksi
- Spiritual
Pasien dan keluarga mempunyai keyakinan dan berdo’a untuk kesembuhan.
- Pemeriksan diagnostik
 Laboratorium
- Hb dan leukosit
 Radiologi

II. PENGUMPULAN DATA
a. Data Obyektif
b. Data Subyektif

III. ANALISA DATA
Problem, symptom, etiologi

IV. PERIORITAS MASALAH
-

V. DIAGNOSA YANG MUNGKIN MUNCUL
1. Kekurangan cairan (dehidrasi) berhubungan dengan mual muntah
2. Gangguan kebutuhan istiharahat tidur berhubungan dengan sakit kepala
3. Gangguan pmenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan anorexia
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik
5. Personal Hygiene kurang berhubungan dengan ketidakmampuan merawat diri

VI. RENCANA KEPERAWATAN
1. Dehidrasi dapat terpenuhi
2. Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur dapat terpenuhi
3. Pemenuhan kebutuhan nutrisi terpenuhi ditandai dengan pasien tidak mual muntah lagi
4. Pasien dapat melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan keluarga
5. Personal hygiene dapat terpenuhi

VII. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Kekurangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan mual muntah
- Memberikan masukan cairan intravena
- Anjurkan untuk banyak minum
- Menganjurkan pada pasien untuk tidak mengkonsumsi makanan yang merangsang mual muntah
- Memberikan Health education kepada pasien dan keluarga pasien
- Mengobservasi vital sign pasien
2. Gangguan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan aneroxia
- Kaji asupan diet dan status nutrisi lewat riwayat diet dan food diary. Pengukuran BB setiap hari, pemeriksaan lab. dan antropometri
- Berikan diet tinggi karbohidrat dengan asupan protein yang konsisten dengan fungsi hati.
- Bantu pasien dalam mengenali jenis-jeni makanan rendah natrium
- Tinggikan bagian kepala tempat tidur selama pasien makan
- Pelihara hygiene oral sebelum makan dan berikan suasana yang aman dan nyaman pada waktu makan
3. Gangguan kebutuhan istirahat tidur berhubungan dengan sakit kepala
- Kaji kebiasaan tidur pasien.
- Berikan Health education tentang pentingnya istirahat tidur bagi kesehatan
- Mengatur suhu kamar pasien
- Kolaborasi dengan dokter
4. Intoleransi terhadap aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik
- Kaji tingkat toleransi aktivtas dan derajat kelelahan fisik
- Bantu pasien dalam merawat diri dan pelaksanaan aktivitas bila pasien merasa lelah
- Anjurkan untuk sitirahat bila pasien merasa lelah / bila adanya nyeri
- Bantu memilih latihan dan aktivitas yang diinginkan
5. Personal hygiene kurang berhubungan dengan ketidakmampuan merawat diri
- Beri dorongan pada pasien untuk merawat dirinya
- Bantu pasien untuk merawat dirinya
- Bantu kemampuan pasien untuk merawat dirinya
- Kaji kemampuuan pasien untuk memenuhi personal hygiene
- Beri HE kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebersihan diri

5 komentar:

Anonim mengatakan...

tengkyu verrryyyy much for your article.. ^^

next time akan lebih baik klo ada sumbernya.. ^^

bonieonblog mengatakan...

thanks artikelnya kawan :)
gw barusan kelar kenak kolik abdomen :(:( rasanya ga menyenangkan banget..apa boleh buat cuma bisa pasrah ama petugas UGD

bonieonblog mengatakan...

mas kalau dibagian punggung pegel banget deket dengan tulang punggung dibagian ulu hati tapi ini bagian blakang,gejala saya rasakan setelah beberapa hari pulang dari RS kmaren ...apa saya salah posisi tidur atau apa yah keknya pegel terus nih :(:(

Anonim mengatakan...

gan, barusan ane kena kolik abdomen, jadi bener yah karena kolik itu kerasanya sampai belakang anus atau bawah kelamin??
udah mendingan setelah disuntik, tapi masih ada sisa2, apakah fungsi anus dan kelamin masih bisa berfungsi normal heheheheh

Itsna mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Mas,q mau tanya..antara Appendiksitis dengan kolik abdomen itu sama apa tidak.?

Poskan Komentar